Rabu, 05 September 2018

Menjalani LDM dengan Sebaik Mungkin

Assalamualaikum


Hai semuanya, pernah mendengar istilah LDM kah? 
Kalau saya sendiri selama ini  paling sering mendengar istilah LDR dan baru tau istilah LDM ketika sudah 14 bulan menikah. hehe


Selama ini ekspektasi dalam hidup saya, bahwa yang namanya kehidupan setelah menikah pasti tinggal serumah dengan suami, pagi- pagi disibukkan dengan kegiatan menyiapkan sarapan untuk suami, menyiapkan keperluannya, mencuci baju, mengobrol bersama menjelang tidur dan hal lainnya yang bisa dilakukan dengan suami, tapi realitanya pada saat ini saya hanyalah seorang istri yang sedang menjalani LDM. Adakah teman-teman yang saat ini sedang menjalani LDM juga?

Jadi LDR / Long Distance Relationship yaitu hubungan pacaran jarak jauh,  nah kalau LDM / Long Distance Marriage yaitu hubungan pernikahan  jarak jauh.  Jadi bedanya kalau LDR statusnya masih pacaran nah kalau LDM statusnya sudah menikah.
Jadi suami istri yang biasanya tinggal serumah nah selama LDM mereka ini berjauhan  dikarenakan alasan yang jelas, kebanyakan alasannya karena pekerjaan, misalnya suami saya yang kerjanya berjualan di Bogor dan aku tidak bisa ikut dengan beliau karena pekerjaanku mengajar di Sukabumi.

Plus and Minusnya yang saya rasakan selama menjalani LDM

Minus


  1. Merasa Kesepian, terlebih ketika dihadapkan dengan pekerjaan yang menumpuk, rasanya ingin sekali dibantu oleh suami.
  2. Rindu yang insecure, karena saya ini protektif banget jadi ketika sms tidak langsung dibalas atau tidak menelpon pada jam yang sudah ditentukan pasti saya langsung negatif thinking ke suami. Astagfirullah hal a'dzim.
  3. Biaya hidup menjadi double, karena tidak tinggal satu rumah jadi masak masing-masing deh.
  4. Tidak bisa melayani suami setiap hari, jadi suami harus hidup mandiri, nyuci baju sendiri, masak juga sendiri hehe
  5. Ladang pahala berkurang
Plusnya
  1. Merasa bebas, maksudnya bukan berarti pergi kemana-mana tanpa izin ya, kalau saya setiap mau kemana pun pasti bilang sebelumnya. Tapi bebas di sini maksud saya karena dulu tidak menjalani proses pacaran, jadi saya belum kenal suami lebih banyak dan karena tipe saya itu pemalu, susah untuk mengenal dan jadi susah untuk menjadi lebih akrab, jadi ketika ada suami rasanya canggung banget, malu banget jadinya ketika  tidak ada suami saya  merasa free. hehe
  2. Selalu jatuh cinta, ya karena tidak pernah bertemu setiap hari, jadi tidak pernah mengalami cekcok karena beda pendapat, tidak pernah ada rasa kesal terhadap suami  jadinya kangen terus, pengen cepet-cepet ketemu karena stok rindu sudah menggunung. Hehe 
  3. Selalu punya target untuk memperbaiki diri, jadi ketika bulan sekarang dirasa masih ada yang kurang ketika melayani suami, jadi ada bahan acuan untuk memperbaiki dibulan selanjutnya. Misalnya pas suami pulang sekarang wajah tuh lagi kusam banget, jadi selama sebulan kemudian sebelum ketemu lagi sama suami saya  melakukan target perawatan.hehe 

Tips Menjalani LDM dengan baik

    Jaga hubungan baik-baik dengan Allah, karena sesungguhnya yang berhak menjadi cinta pertama kita hanyalah Allah, jadi ketika kita bisa mencitai Allah dengan sebaik-baiknya, dengan sesungguh-sungguhnya, maka Allah akan ridho terhadap kita, dan ketika Allah ridho maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepada kita yaitu dengan menghadirkan orang-orang yang menyayangi kita salah satunya suami yang sangat mencintai kita
 Jangan sampai cinta kita terhadap suami membuat lupa atas cinta kita terhadap Allah, maka kalau itu terjadi Allah akan cemburu berat terhadap kita kemudian Allah akan menguji kita dengan hadirnya masalah yang timbul dalam rumah tangga.
Kan kalau lagi berantem sama suami atau ketika dihadapkan dengan masalah yang sangat  berat dalam berumah tangga,  kita ngadu atau berdo'anya sama siapa? sama Allah kan? jadi kalau kita sampai punya masalah sampai harus berdo'a sama Allah, coba deh benerin lagi hubungan kita degan Allah.
Menurut saya, hubungan dengan baik dengan Allah ini, kunci utama dalam menjalani rumah tangga yang tenang dan tentram, terlebih jika yang menjalani LDM, rasanya hati ini tenang dan tak akan lagi merasa curiga terhadap suami, karena kita menjaga hubungan baik dengan Allah, maka Allah pun akan menjaga baik-baik hati suami kita.
Jadi kesimpulannya, kalau dalam rumah tangga dirasa tidak bahagia, sering banyak masalah, pasti solusinya, koreksi dan perbaiki hubungan kita dengan Allah.

 Komunikasi yang baik, jaga terus komunikasi kita dengan suami, yaitu dengan cara telepon, video call atau yang lainnya untuk memberikan kabar, atau untuk mendengarkan cerita dari suami kita, kalaupun kita marah jangan sampai kita menolak panggilan video call dari suami kita.hehe

    
    Berikan kepercayaan yang tinggi,  jangan pernah berfikiran negatif ketika suami kita tidak menghubungi kita seperti biasanya, bisa jadi  beliau sedang sibuk dengan pekerjaannya.

  
        
   Jaga juga kepercayaan suami, ini juga tak kalah pentingnya, jangan karena kita merasa jauh dari suami, kita jadi merasa bebas melakukan hal apapun apalagi sampai punya hubungan lagi dengan laki-laki lain karena merasa kesepian (naudzu billahi min dzalik) justru ketika suami tidak ada kita harus bisa menjaga kehormatan kita, harta suami kita. Intinya harus tetap amanah.

     Meskipun jauh dengan kita, suami harus tetap dihormati, jadi pas nelpon tangannya harus dalam posisi hormat kah? Hehe, bukan gitu ya.
Salah satu bentuk menghormati suami ketika LDM yaitu meskipun suami tidak ada karena jauh dengan kita, tetap berusaha lah untuk meminta izin saat pergi kemanapun, bahkan saya selalu mengabsen orang-orang yang membersamai saya  ketika saya akan pergi ke suatu tempat.hehe
Udah ada rulesnya juga dari suami, kalau pergi-perginya sama mamah dan bapak saya, katanya gak usah bilang lagi sama suami. Ok deh.hehe

  Ketika suami pulang berikan pelayanan terbaik, dandan yang cantik, masakin makanan kesukaannya,  ciptakan quality time bersamanya dan hal-hal baik lainnya. jangan sampai ketika suami di rumah beliau tidak merasa nyaman dan tidak betah bersama kita.
     
  Bersabar lah, karena sesungguhnya syapun tidak ingin merasakan LDM, tapi untuk saat ini memang ini yang harus aya jalani, semoga kedepannya bisa membuka usaha di rumah sehingga tidak tinggal berjauhan dengan suami karena alasan pekerjaan. Aamiin.
      

 Kalau teman-teman ada yang juga yang sekarang sedang menjalani LDM, boleh bagi-bagi tipsnya atau pengalamannya juga ya di kolom komentar.





5 komentar:

  1. Pernah LDM waktu sekolah pasca dulu, aduh gak enak banget, gak kuat karena ribet apalagi masalah anak. Jadi udahan deh kuliahnya, ga lanjut lagi.

    BalasHapus
  2. Teh mila ini mah saya bangetttttttttt

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, sampai saat ini belum pernah ngalamin LDM. Dan semoga gak usah ngalamin, karena kayanya ku tak sanggup, hihihi, soale kondisi anak yg satu spesial, jd butuh banget bantuan orang terdekat terutama suami.

    BalasHapus
  4. Aku dulu pernah, dan baik2 saja slama LDM...tapi justru ku gagal bukan karna LDM.

    BalasHapus
  5. mantap..tips2nya...klo aku ga ldm.mba...dtinggal semenit aja udh kangen..hihi..(alay bener haduh)

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, Ambil yang baiknya dan abaikan yang tidak baiknya :)
Dan silahkan berikan komentar yang baik dan positif ya sebagai bahan perbaikan. :)

Review "Purbasari Lulur Putih"

Cover Merk Purbasari Lulur Putih Assalamualaikum !! Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan...