Jumat, 06 Oktober 2017

Shalat Wajib Ibaratnya Makanan Pokok





Assalamualaikum...

Jum’ah mubarokah ya hari ini

Nah bunda, ibadah shalat merupakan ibadah yang pertama kali nanti akan di hisab di hari akhir nanti, kalau ibadah shalatnya baik, maka baik pula amal-amal ibadah yang lainnya.
Namun pada kenyataannya terkadang shalat kita mungkin masih dikatakan jauh dari kata sempurna, kadang ketika shalat inget mau masak apa hari ini, atau takut dede bayinya main ke luar karena gak ada yang ngejagain pas kitanya lagi shalat, bahkan nyari barang yang lupa nyimpen pun pas shalat langsung suka jadi inget dimana kita nyimpen barang itu, intinya tidak konsentrasi dalam menghadirkan hati, juga terkadang tidak tawadhu (tenang) dalam shalat.

Ya memang begitu sih pada kenyataannya karena kita sebagai manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Tapi bukan berarti kita harus pasrah begitu aja ya...

Lalu bagaimana solusinya supaya shalat kita bisa diterima di sisi Allah?

Nah bunda semua pastinya sudah tau, namun pada postingan kali ini saya hanya sekedar mengingatkan kembali, hitung-hitung sebagai self reminder dan untuk memotivasi diri sendiri.

Ibadah shalat dibagi menjadi dua kategori, yaitu shalat wajib dan shalat sunnah.
Untuk shalat wajib pastinya kita sebagai seorang muslim yang sudah baligh, tak pernah sekalipun meninggalkan shalat wajib ini yang terdiri dari 5 waktu shalat, yaitu Subuh, Dzhur, Ashar,Magrib dan juga isya.

Dan untuk shalat sunnahnya banyak sekali jenisnya ya bunda,tapi  berdasarkan sifatnya shalat sunnah ini ada yang bersifat muakkad (yang dianjurkan oleh Rasulullah) dan ada juga yang bersifat ghair muakkad (kadang-kadang dikerjakan oleh Rasullullah dan kadang-kadang tidak dikerjakan).

Nah shalat sunnah yang akan saya bahas pada kali ini yaitu shalat sunnah Rawatib.Karena shalat sunnah rawatib ini pelaksanaannya berdekatan dengan shalat wajib / fardlu.
Definisi Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardu lima waktu, baik yang dilakukan sebelumnya (Qabliyah) maupun sesudahnya (Ba’diyah).

Jenis-jenis Shalat sunnah Rawatib. 

Shalat sunnah Rawatib digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan sifatnya, yaitu:

1.    Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Yaitu shalat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan pelaksanaanya oleh Rasulullah SAW.
Shalat Sunnah Rawatib Muakkad ini ada sepuluh raka’at, yaitu:
ü  Dua raka’at sebelum subuh (Qabliyah Subuh)atau lebih dikenal dengan shalat sunnah fajar. Nah shalat sunnah ini yang sangat diutamakan oleh Rasulullah SAW sampai akhir hayatnya
ü  Dua rakaat sebelum shalat dzuhur
ü  Dua rakaat sesudah shalat ashar
ü  Dua rakaat sesudah shalat magrib
ü  Dua raka’at sesudah shalat isya.

2.    Shalat sunnah rawatib Ghairu Muakkad

Yaitu shalat sunnah yang tidak dikuatkan (kadang-kadang dikerjakan oleh Rasulullah dan kadang-kadang juga tidak dikerjakan).
Shalat sunnah ghairu muakkad ini terdiri dari beberapa macam, yaitu:
ü  Empat raka’at sebelum shalat ashar
ü  Dua raka’at sebelum shalat magrib
ü  Dua rakaat sebelum shalat isya

Hikmah Shalat Sunnah

Shalat sunnah termasuk amalan yang mesti kita jaga dan rutinkan. Karena diantara keutamaanya, shalat sunnah akan menutupi kekurangan pada shalat wajib kita. 
Adapun hikmah shalat sunnah antara lain:

1.    Akan menutupi kekurangan pada shalat wajib

2.    Dihapuskan dosa dan ditinggikan derajat

3.    Akan dekat dengan Rasulullah SAW. di surga

4.    Hati akan menjadi tenang dan tentram karena selalu dekat dengan Allah SWT.

5.    Sebagai tambahan bekal amal di akhirat kelak

6.    Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang melaksanakan shalat sunnah rawatib 12 raka’at dalam sehari semalam.


Nah itulah bunda, pemaparan tentang shalat sunnah rawatib. 

Pada pelaksanaannya pun terkadang kita masih dihinggapi rasa malas, karena terkadang ada anggapan “ah cuman shalat sunnah dikerjakan dapet pahala kalu gak juga kan gak disiksa kan??”.

Tapi itu semua tergantung pada pribadi masing-masing ya.

Saya selalu memotivasi diri dengan sebuah peruampamaan, misalnya shalat wajib/ shalat fardu itu adalah makanan pokok ( nasi) dan shalat sunnah rawatib itu sayur mayur / lauk pauknya. 

“Masa sih badan kita bisa kuat dan sehat hanya  cukup  dengan makan nasi?”
Jadi saya, semangat untuk melengkapi shalat wajib saya dengan shalat sunnah rawatib karena berarti makan saya jadi lengkap ada nasi, sayur mayur dan lauk pauknya kalau shalat rawatibnya dikerjakan. hehe

Masa kita bisa memperhatikan kelengkapan gizi untuk makanan jasmani tapi dalam hal makanan untuk rohaninya terabaikan.

Semoga kedepanya kita bisa menjadi pribadi yang lebih taat lagi dalam hal beribadah kepada Allah SWT.
Aamiiin.

7 komentar:

  1. Bahasan yang sangat bagus nih. Sholat memang tiang agama. Semoga kita bisa selalu melaksankanya. Amin

    BalasHapus
  2. Teteh.. ilmunya dahsyat.. kalo di hindu juga ad smbhyg wajibnya.. intinya tujuan smbhyg itu semata mata buat terus ngingetin kita sma sang pencipta yaa, ngingetin kita kalo kita ibarat debu diantara semua mahluk ciptaannya..

    BalasHapus
  3. Masya Allah mba.. makasih ilmu nya... mengingatkan kembali untuk mengejar sunnah nya juga.. syukran.

    BalasHapus
  4. Terimakasih teh Mila, sangat bermanfaat sekali tulisannya, aku sering melalaikan shalat sunnah, padahal banyak sekali manfaat dan keutamaan dari solat sunnah..

    BalasHapus
  5. Makasih teteh sudah mengingatkan. Smoga kita semua senantiasa menjaga shalatnya, amiin

    BalasHapus
  6. makasih Teh dah remember nih, sama amalan sunnah. Suka dianggap sepele padahal banyak kebaikan di dalamnya.

    BalasHapus
  7. teh mila...jazakillaah khair sudah diingatkan, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang tidak melalaikan sholat ya..aamiin

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, Ambil yang baiknya dan abaikan yang tidak baiknya :)
Dan silahkan berikan komentar yang baik dan positif ya sebagai bahan perbaikan. :)

Review "Purbasari Lulur Putih"

Cover Merk Purbasari Lulur Putih Assalamualaikum !! Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan...